Sang Rokok yang sudah melegenda
, Dji Sam Soe (234)
Pada 1898, berawal dari Liem Seeng Tee pergi merantau dari daratan Hokian China bersama Ayah nya dan kakak perempuannya. . Liem ini adalah generasi sukses sampoerna pada masa awalnya .
Pada 1912-1913, Liem berjualan arang dengan sepeda tua, yang mempertemukan dirinya dengan Tjiang Nio, yang kemudian menjadi pendamping hidupnya. Dia berjualan di warung yang disewa dari tabungan hasil kerjanya di pabrik rokok di Lamongan. Dari situlah dia menjual barang-barang kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari bahan pangan sampai tembakau. Liem Seeng Tee dan istrinya menjual tembakau yang telah diracik dengan cita rasa tertentu (saos, cengkih dan sebagainya) sesuai dengan keinginan pembeli, yang kemudian dilinting menjadi rokok lintingan. Ternyata tembakau racikan mereka sangat digemari oleh pembeli dan usaha menjual rokok lintingan dengan tembakau racikan tersebut berkembang dengan pesat.
Pada tahun 1913 usaha tersebut dijadikan badan hukum dengan nama Handel Maatschappij Sampoerna. Liem pulalah yang pertama menjual rokok dengan aneka macam merek dagang, seperti Dji Sam Soe, 123, 720, 678, dan Djangan Lawan, yang ditujukan bagi semua segmen pasar. Bahkan, andalannya adalah Dji Sam Soe -hingga kini logo dan kemasannya masih dipertahankan.
Pada tahun 1920 Liem Seeng Tee mulai memperluas usaha penjualan rokok “Dji Sam Soe” dengan menggunakan sistem konsinyasi/keagenan, yang memungkinkan “Dji Sam Soe” dapat dijual ke luar Surabaya. Sejak adanya sistem keagenan tersebut dengan daya jangkau makin bertambah luas dan gaya kepemimpinan Liem Seeng Tee yang tekun (ditandai dengan kehadirannya yang terus-menerus dan minatnya dalam setiap tahap operasi pembuatan rokok) Sampoerna makin berkembang. Akhirnya pada tahun 1930 Liem Seeng Tee memindahkan pabrik dan keluarganya ke tempat yang sekarang kita kenal dengan nama Taman Sampoerna dan pada awal tahun 1940-an Sampoerna merupakan perusahaan rokok terbesar di pulau Jawa
Perang Dunia II telah memporak-porandakan usaha tersebut, namun setelah perang usai Liem Seeng Tee berusaha membangun kembali perusahaannya. Pada tahun 1949, dan secara bertahap perusahaan ini berkembang lagi. Namun saat kependudukan Jepang pada era perang dunia II Liem pernah ditawan oleh tentara Jepang. Lalu perusahaan ini dideklarasikan berdiri pada tangga 27 Agustus.
Ini lah foto keluarga Liem :
, Dji Sam Soe (234)
Pada 1898, berawal dari Liem Seeng Tee pergi merantau dari daratan Hokian China bersama Ayah nya dan kakak perempuannya. . Liem ini adalah generasi sukses sampoerna pada masa awalnya .
Pada 1912-1913, Liem berjualan arang dengan sepeda tua, yang mempertemukan dirinya dengan Tjiang Nio, yang kemudian menjadi pendamping hidupnya. Dia berjualan di warung yang disewa dari tabungan hasil kerjanya di pabrik rokok di Lamongan. Dari situlah dia menjual barang-barang kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari bahan pangan sampai tembakau. Liem Seeng Tee dan istrinya menjual tembakau yang telah diracik dengan cita rasa tertentu (saos, cengkih dan sebagainya) sesuai dengan keinginan pembeli, yang kemudian dilinting menjadi rokok lintingan. Ternyata tembakau racikan mereka sangat digemari oleh pembeli dan usaha menjual rokok lintingan dengan tembakau racikan tersebut berkembang dengan pesat.
Pada tahun 1913 usaha tersebut dijadikan badan hukum dengan nama Handel Maatschappij Sampoerna. Liem pulalah yang pertama menjual rokok dengan aneka macam merek dagang, seperti Dji Sam Soe, 123, 720, 678, dan Djangan Lawan, yang ditujukan bagi semua segmen pasar. Bahkan, andalannya adalah Dji Sam Soe -hingga kini logo dan kemasannya masih dipertahankan.
Pada tahun 1920 Liem Seeng Tee mulai memperluas usaha penjualan rokok “Dji Sam Soe” dengan menggunakan sistem konsinyasi/keagenan, yang memungkinkan “Dji Sam Soe” dapat dijual ke luar Surabaya. Sejak adanya sistem keagenan tersebut dengan daya jangkau makin bertambah luas dan gaya kepemimpinan Liem Seeng Tee yang tekun (ditandai dengan kehadirannya yang terus-menerus dan minatnya dalam setiap tahap operasi pembuatan rokok) Sampoerna makin berkembang. Akhirnya pada tahun 1930 Liem Seeng Tee memindahkan pabrik dan keluarganya ke tempat yang sekarang kita kenal dengan nama Taman Sampoerna dan pada awal tahun 1940-an Sampoerna merupakan perusahaan rokok terbesar di pulau Jawa
Perang Dunia II telah memporak-porandakan usaha tersebut, namun setelah perang usai Liem Seeng Tee berusaha membangun kembali perusahaannya. Pada tahun 1949, dan secara bertahap perusahaan ini berkembang lagi. Namun saat kependudukan Jepang pada era perang dunia II Liem pernah ditawan oleh tentara Jepang. Lalu perusahaan ini dideklarasikan berdiri pada tangga 27 Agustus.
Ini lah foto keluarga Liem :

Comments
Post a Comment